Perbedaan Brio S dan E, bagus mana

Lebih bagus Honda Brio S atau E

Kita masih bahas tentang Honda Brip, khususnya perbedaan Brio S dan E. Kira-kira anda bagusnya pilih Honda Brip tipe yang mana.

Honda Brio, sejak kemunculannya, telah berhasil menarik perhatian pasar otomotif Indonesia, terutama bagi mereka yang mencari kendaraan ringkas, irit bahan bakar, dan lincah untuk perkotaan.

Kehadiran varian Satya, yang notabene merupakan tipe LCGC (Low Cost Green Car) Honda, semakin memperkuat posisinya.

Dalam lini Honda Brio Satya, tipe S dan E menjadi dua pilihan utama yang sering membingungkan calon pembeli.

Meskipun sama-sama berada di bawah payung Brio Satya, perbedaan fitur dan kelengkapan antara keduanya cukup signifikan, mencerminkan penyesuaian harga yang ditawarkan.

Tipe S, sebagai varian yang lebih terjangkau, menawarkan esensi dari sebuah Honda Brio dengan fitur-fitur esensial yang memadai untuk mobilitas sehari-hari.

Ia menjadi pilihan pragmatis bagi mereka yang mengutamakan fungsi dasar transportasi tanpa embel-embel kemewahan atau kenyamanan ekstra.

Di sisi lain, tipe E hadir sebagai jawaban bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara yang sedikit lebih premium, dengan penambahan berbagai fitur yang meningkatkan estetika, kenyamanan, dan fungsionalitas.

Perbedaan ini, walau terlihat minor pada pandangan pertama, dapat memberikan dampak yang cukup besar pada kepuasan berkendara jangka panjang.

Mari kita telaah lebih dalam perbedaan spesifik antara kedua tipe ini dari berbagai aspek.

Beda Honda Brio S vs E

 Performa Mesin

Dalam hal dapur pacu, Honda Brio Satya tipe S dan tipe E berbagi jantung yang sama. Keduanya ditenagai oleh mesin bensin 1.2L i-VTEC yang terkenal bandel dan efisien.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 90 PS pada putaran 6.000 RPM, dengan torsi maksimal mencapai 110 Nm pada 4.800 RPM.

Karakteristik mesin ini sangat cocok untuk karakter mobil perkotaan yang membutuhkan akselerasi responsif untuk menyalip atau melewati kepadatan lalu lintas.

Perbedaan signifikan justru terletak pada pilihan transmisinya. Tipe S hanya hadir dengan transmisi manual 5 percepatan, memberikan kontrol penuh kepada pengemudi atas perpindahan gigi.

Sementara itu, tipe E memberikan fleksibilitas lebih dengan menawarkan pilihan transmisi manual 5 percepatan dan transmisi otomatis 4 percepatan (sering disebut CVT, meskipun secara teknis berbeda dengan CVT murni), yang sangat memudahkan pengendaraan di tengah kemacetan lalu lintas kota.

Selain itu, tipe E sudah dilengkapi dengan peredam kap mesin, sementara tipe S belum memilikinya, yang berpotensi membuat suara mesin lebih terdengar di kabin tipe S.

Cek postingan: Perbedaan Civic Turbo dan Type R, bagus mana

 Eksterior

Perbedaan eksterior antara Honda Brio Satya tipe S dan tipe E cukup kentara dan dapat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih.

Pada sektor pencahayaan, tipe E telah dilengkapi dengan Daytime Running Lights (DRL) LED berukuran besar di bagian atas lampu depan, yang tidak hanya meningkatkan visibilitas tetapi juga memberikan kesan modern dan tegas.

Tipe S, sebaliknya, hanya memiliki lampu senja LED kecil dan lampu utama serta sein yang masih menggunakan bohlam halogen konvensional, tanpa DRL.

Keduanya sama-sama belum dilengkapi dengan lampu kabut (fog lamp).

Perbedaan lain yang cukup terlihat adalah pada bagian velg. Tipe S masih mengandalkan velg standar yang dilengkapi wheel dop dengan ukuran ban R14 175/65. B

erbeda dengan tipe E yang sudah menggunakan velg racing dengan desain two-tone (kombinasi hitam dan silver), yang memberikan tampilan lebih sporty dan premium.

Fungsi eksterior lain yang membedakan adalah keberadaan wiper belakang.

Tipe E sudah dilengkapi fitur ini, sangat membantu saat membersihkan kaca belakang dari air hujan atau kotoran, sementara tipe S tidak memilikinya. Untuk detail seperti handel pintu, spion, antena, dan sensor parkir belakang, keduanya memiliki spesifikasi yang identik.

Interior Depan

Memasuki kabin depan, perbedaan antara Honda Brio Satya tipe S dan E juga terasa.

Dasbor dan panel pintu pada tipe S memiliki dominasi warna hitam polos, memberikan kesan fungsional dan sederhana.

Tipe E, di sisi lain, tampil sedikit lebih mewah berkat adanya aksen silver pada beberapa bagian dasbor dan panel pintu, yang menambah kesan elegan dan modern.

Lingkar kemudi juga menjadi pembeda.

Tipe S hadir dengan desain polos tanpa tombol pengaturan audio, sedangkan tipe E sudah dibekali dengan tombol audio steering switch terintegrasi pada kemudi, dilengkapi aksen silver yang serasi dengan dasbornya.

Keunggulan lain dari tipe E adalah kemudahan akses informasi hiburan dan pengaturan AC.

Keduanya sudah dilengkapi dengan head unit touchscreen yang user-friendly dan sistem AC digital yang presisi, sehingga tidak ada perbedaan fitur pada area ini.

Keselamatan juga menjadi prioritas, terbukti kedua tipe telah dilengkapi dengan dual airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.

 Interior Belakang

Beralih ke kabin belakang, perbedaan kecil namun fungsional juga dapat ditemukan antara Honda Brio Satya tipe S dan tipe E.

Salah satu pembeda yang cukup terasa kenyamanannya adalah keberadaan pegangan tangan atau hand grip. Tipe S tidak dilengkapi pegangan tangan di baris kedua, yang mungkin sedikit mengurangi kenyamanan penumpang saat mobil bermanuver.

Tipe E sudah menyediakan pegangan tangan di sisi kanan dan kiri baris kedua, memberikan dukungan ekstra bagi penumpang. Untuk aspek keselamatan seperti sabuk pengaman (seatbelt) dan sandaran kepala (headrest), kedua tipe memiliki spesifikasi yang sama.

Penumpang di baris belakang akan menemukan tiga buah headrest yang dapat diatur ketinggiannya, serta sabuk pengaman 3 titik di sisi kanan dan kiri, dan sabuk pengaman 2 titik di bagian tengah.

Cek Postingan: Perbedaan Brio Satya dan RS

 Bagasi dan Ban Cadangan

Dalam hal kapasitas penyimpanan, Honda Brio Satya tipe S dan E menawarkan dimensi bagasi serta mekanisme pelipatan jok belakang yang identik.

Keduanya memberikan ruang yang cukup memadai untuk membawa barang bawaan sehari-hari atau kebutuhan belanja.

Kemampuan melipat jok belakang juga sama, memungkinkan fleksibilitas dalam membawa barang yang lebih besar. Keduanya menggunakan ban serep dengan velg standar, bukan velg racing, yang merupakan hal lumrah untuk menjaga bobot dan biaya produksi.

Q&A:

Q: Honda Brio tipe S tahun berapa saja yang memiliki fitur yang disebutkan?

Informasi yang kita bandingkan di atas umumnya merujuk pada model-model Honda Brio Satya generasi terbaru atau beberapa tahun ke belakang.

Perlu dicatat bahwa spesifikasi dapat sedikit bervariasi tergantung pada tahun rilis model facelift. Namun, perbedaan mendasar antara tipe S dan E yang kami jelaskan cenderung konsisten.

Q: Apakah Brio E CVT itu matic?

Ya, Brio E dengan transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) adalah mobil matic.

Meskipun namanya CVT, ini adalah jenis transmisi otomatis yang memberikan perpindahan gigi yang halus dan efisien.

Q: Berapa CC Brio Tipe E?

Sama seperti tipe S, Honda Brio Tipe E menggunakan mesin berkapasitas 1.200cc.

Q: Apakah Brio E CVT termasuk LCGC?

Ya, Honda Brio Satya tipe E, termasuk yang menggunakan transmisi CVT (atau otomatis), termasuk dalam kategori LCGC (Low Cost Green Car) karena memenuhi regulasi yang ditetapkan untuk mobil ramah lingkungan dan harga terjangkau.

Q: Berapa pajak mobil Brio?

Pajak tahunan untuk Honda Brio (baik tipe S maupun E) umumnya berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.500.000, tergantung pada tahun pembuatan mobil, kapasitas mesin, dan lokasi pemilik. Angka ini dapat berubah sesuai dengan kebijakan perpajakan yang berlaku.